Bombastikkabausirah.com - Rabu (29/09/2021)
Genderang perang Liga 2 Indonesia 2021 telah ditabuh. Dua laga pembuka tersaji di Stadion Manahan Solo, Minggu (26/9). Persis Solo berhasil membungkam AHHA PS Pati FC dua gol tanpa balas dilaga perdana.
Sementara itu dilaga kedua grup C, masih ditempat yang sama mempertemukan antara PSCS Cilacap melawan PSIM Jogyakarta. Dan dilaga ini PSCS Cilacap berhasil menang tipis 1-0 atas PSIM Jogyakarta.
Sebagai catatan, tim kebanggaan Ranah Minang, Semen Padang FC selalu memiliki tren yang buruk disetiap laga perdana kompetisi kasta kedua nasional tersebut.
Pada tahun 2018 tim berjuluk Kabau Sirah tersebut dijungkalkan tuan rumah Persis Solo. Semen Padang FC yang kala itu di nakhodai Syafrianto Rusli harus menyerah dengan skor 0-3 meski berhasil promosi ke Liga 1 diakhir musim kompetisi.
Kejadian yang sama kembali terulang, pada laga perdana Liga 2 Indonesia musim 2020, bermain di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Semen Padang FC yang di asuh pelatih asal Portugal, Eduardo Almeida juga menyerah dengan skor 0-3 atas PSPS Riau.
Beruntung hasil itu tidak jadi dihitung alias dihapuskan karena kala itu kompetisi Liga 2 Indonesia 2020 ditunda hingga akhirnya dihentikan karena meledaknya kasus COVID-19 di Tanah Air.
Satu hal yang menarik, Weliansyah, Pelatih kepala Semen Padang FC saat ini, hadir didua laga tersebut sebagai asisten pelatih waktu itu, baik di tahun 2018 maupun di 2020.
Menanggapi hal itu, Weliansyah mengaku tidak terlalu khawatir dengan hasil masa silam tersebut. Dan ia berjanji akan semaksimal mungkin menyajikan hasil yang berbeda.
"Insha Allah, untuk musim ini kita akan sajikan hasil yang berbeda. Secara fisik, mental dan taktikal sudah kita persiapkan semuanya. Mudah-mudahan anak-anak meraih hasil yang positif," ujar Weliansyah kepada tim bombastikkabausirah.com.
"Biarlah pengalaman buruk masa silam kita jadikan pelajaran dan evaluasi. Semoga untuk musim ini kita memperoleh hasil yang lebih baik," sambung Weliansyah.
"Karena seperti yang sudah saya katakan tadi, anak-anak sudah sangat siap baik secara fisik, mental dan taktikal," tuturnya lagi.
Terkait untuk jadwal grup A yang belum dirilis PSSI serta kemungkinan akan dipindahkannya venue pertandingan dari Pelembang ke Jogyakarta, pelatih pemegang lisensi A-AFC tersebut masih menunggu kabar dari pihak operator liga.
"Iya, memang jadwal untuk kita (Semen Padang FC) untuk grup A belum keluar, sehingga untuk saat ini kita hanya bisa menunggu. Tapi siapa pun lawan perdana kita nantinya, saya pastikan anak-anak sudah siap," tegas Weliansyah.
"Artinya laga perdana memang penting untuk langkah kita selanjutnya. Jika kita sudah mengetahui siapa lawan-lawan kita tentu kita sudah bisa menyusun strategi dari awal," ungkapnya.
"Melihat komposisi yang ada di grup kita, dua tim sudah pernah kita coba yaitu PSPS Riau dan KS Tiga Naga. Dan alhamdulillah kita meraih hasil positif," katanya lagi.
"Namun perlu untuk digaris bawahi sepakbola bukanlah matematika, artinya banyak hal-hal non teknis yang akan mempengaruhi hasil pertandingan nantinya. Yang pasti siapa yang lebih siap dia yang akan berpeluang memenangkan pertandingan," ucap Weliansyah.
"Terkait tuan rumah, Palembang memang belum bisa menggelar pertandingan sebab masih berada dalam situasi PPKM level 4," terangnya.
"Memang sempat kita dengar akan di pindahkan ke Jogja, namun itu juga belum ada kepastian. Bagi saya dimanapun nanti laga akan digelar, baik di Palembang maupun di Jogja kita sudah siap," lanjutnya.
"Kedua tempat tersebut ada keuntungan masing-masingnya, jika di Palembang akan lebih dekat dengan Padang. Sedangkan jika di Jogja tentunya akan lebih netral tempatnya. Dimana pun itu nantinya yang jelas kita sudah siap," terangnya.
"Untuk itu mohon doa dan dukungannya kepada semua fans untuk tim yang kita cintai ini. Semoga Semen Padang FC bisa meraih hasil yang bagus dan promosi ke Liga 1 nantinya," pungkas Weliansyah.
○○○○
Tim bombastikkabausirah.com
Pict :
@semenpadangfcid
No comments:
Post a Comment